Hasil Pemilu 2009 Versi Quick Count
adipramana | Apr 11, 2009 | Comments 5
Hasil penghitungan cepat menunjukan perolehan suara Partai Demokrat pada kisaran 20%. Diikuti Partai Golkar dan PDI-P pada kisaran 14%, PKS pada kisaran 8%, dan PAN dan PKB pada kisaran 6%. Dua partai baru yang dipimpin dua jenderal kontroversial bekas tokoh Golkar, Partai Gerindra yang ditokohi Jenderal Prabowo, dan Partai Hanura pimpinan Jenderal Wiranto, tidak tampil buruk, yakni di posisi ketujuh dan kedelapan, dengan perolehan suara di atas 3%. Ini lebih dari batas minimum untuk parlemen, atau “threshold” sebanyak 2,5%.Ini merupakan pencapaian luar biasa Partai Demokrat yang ditokohi presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Mengingat pada Pemilu 2004 lalu, Partai Demokrat hanya menempati posisi ke 7. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, mengungkapkan kegembiraannya, namun tetap berusaha menahan diri.
Diungkapkannya dalam jumpa pers di kediaman pribadinyanya di Cikeas, “Sekarang ini yang sudah kita dapatkan adalah hasil quick count dari berbagai lembaga survey. Kita tahu, bahwa lembaga-lembaga survey itu akan mempertahankan reputasinya, kredibilitasnya. Tidak mungkin mereka begitu saja mengeluarkan suatu hasil quick count yang ternyata suatu saat sulit dipertanggungjawabkan. Dengan asumsi itu, saya yakin, bahwa akurasi dari semua quick count yang dilakukan lembaga-lembaga survey itu tentunya layak dipercaya. Sebagaimana pengalaman tahun 2004 yang lalu, hasil quick count dengan hasil akhir (penghitungan) yang dilaksanakan oleh KPU ternyata tidak jauh berbeda. Namun demikian, kita tetap harus menunggu hasil penghitungan resmi yang dilakukan oleh KPU“
Penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum KPU sendiri dilakukan secara manual, dan hasilnya baru akan diumumkan tanggal 9 Mei mendatang. Sedangkan hasil penghitungan cepat lembaga-lembaga survey sudah mulai diumumkan secara bertahap kurang dari enam jam sejak dimulainya penghitungan di tempat-tempat pemungutan suara. Penghitungan cepat tentu saja tidak didasarkan pada seluruh TPS, melainkan hanya menggunakan sampel. Namun dengan metode yang begitu terancang, sehingga hasilnya sangat akurat.
Seperti digambarkan Chairul Ansyari, direktur riset Lembaga Survey Nusantara, salah satu lembaga yang menyelenggarakan penghitungan cepat. Penghitungan cepat mulai dilaksanakan di Indonesia sejak Pemilu 2004, oleh dua lembaga. Tingkat ketepatannya yang tinggi, kendati sampelnya terbatas, membuat sistem ini sangat populer. Tak heran kalau sekarang penyelenggara quick count begitu banyak. Belum lagi penghitungan cepat yang dilakukan senidiri oleh sejumlah partai.
Menurut Chairul Ansyari, tingkat kesalahan, atau margin of error sistem ini adalah plus minus 1 persen. Dengan begitu, posisi partai-partai hasil Pemilu hampir pasti tidak akan berubah dalam penghitungan suara KPU nanti. Yang masih bisa berubah hanya detil kecilnya saja. Maka Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat menyatakan, hasil quick count ini sudah bisa menjadi dasar bagi langkah politik selanjutnya.
Ia menambahkan, “Bagaimana pasca Pemilu ini, bagaimana proses koalisi, bagaimana proses kebersamaan di pemerintahan dan parlemen, tentunya ini menjadi kewajiban semua elit politik, pemimpin-pemimpin politik, yang insya Allah, mulai besok kemungkinan akan mulai melaksanakan komunikasi-komunikasi politik yang intens. Nah dalam kaitan inilah, barangkali hari-hari mendatang akan lebih – saya tidak boleh menggunakan kata ramai – akan lebih menarik lagi dinamika politik yang akan terjadi di negeri kita. Koalisi seperti apa yang akan dibangun, berapa pasangan yang akan maju sebagai calon presiden dan wakil presiden yang memenuhi persyaratan undang-undang, kemudian kontrak politik macam apa, rule seperti apa dalam koalisi mendatang.”
Susilo Bambang Yudhoyono atas nama pimpinan Partai Demokrat sudah memberikan semacam pernyataan kemenangan. Namun belum ada pimpinan partai lain yang memberikan semacam pidato pengakuan kekalahan, kendati baru hasil penghitungan cepat. (ml)
Sumber : dw-world.de
Popularity: 2% [?]
Incoming :
hasil pemilu 2009, hasil pemilu di indonesia, Proses quick count dalam pemilu 2009,.Filed Under: Kontes SEO
Maknyus ga hasil pemilu nya???
maknyus bos, traffic langsung naek, thanks ya infonya . .
tolong diingat dan dijadikan cacatan
panwaslu do asu….
dy cm bisa nangkep caleg yg sosialisasi untuk pemilu yg sesulit ini….pdhl itu KWAJIBAN panwaslu,kl soal diarahkan ke partai dan nama caleg itu sndiri,itukan hak dy yg mensosialisasikan,krna dy pake uang dy sndri,kl kpu kan dbyr bt mensosialisasikan,dan panwaslu dbyr untuk mengawasi kerja KPU….
money polotik bukan pelanggaran,itu hanya sbgai gantinya upah warga yg tlh brsedia meninggalkan pekerjaan untuk mengikuti pumilu…..kl panwaslu g setuju dgn warga yg memilih caleg bermoney politik,panwaslu hrs bersedia mencukupi upah warga itu….
dy cm bisa ngambil baleho caleg yg ada dipinggiran jalan,,,,pdhl caleg buat baleho jg pake uang pribadi….kl emang baleho melanggar,kasih aja peringgatan 1-2 dan baru tindakan….jgn asal copot donk…
skrg liat aja,brapa % suara yg tidak sah????
trus,apa mau panwaslu dan kpu brtanggung jawab soal itu??????
kl priode bsk masih kayak gini,saya mendirikan partai STS(partai suara tidak sah)
kl bisa,hitunglah suara nasional yg tidak sah…dan saya yakin,pasti lebih dari 5%…
BUAT SIAPA AJA CALEG DPR RI ATAU PRESIDEN YG TERPILIH,TOLONG!!!!PERMUDAH MASYARAKAT UNTUK MENGIKUTI PEMILU…DENGAN CARA,RUBAHLAH PERATURAN DAN TATA CARA PEMILU,,DAN KURANGI PARTAI DIINDONESIA dengan catatan perketat parpol yg akan mengikutu pemilu 2014….
saya hanya kasihan dgn warga…lebih dari 5% harapan mereka yg telah gugur…
sekarang udah jamannya Uang YANG MAHA ESA
jd,partai yg menang adalahpartai partai yg kaya,curang,dan pandai mengelabuhi rakyat…
buktikan aja omongan saya…
maju perut pantat mundur…
“jd,partai yg menang adalahpartai partai yg kaya,curang,dan pandai mengelabuhi rakyat…” Mudah-mudahan tidak semuanya begitu Bro..!
tukang nggame ikut dukung kampanye damai pemilu indonesia 2009
terlalu cepat….sekarang Demokrat sudah di bawah PDIP…